Sabtu, 15 Agustus 2015

Wisata candi borobudur

Sejarah Candi Borobudur

Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernamaGunadharma.
Candi Borobudur
Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.
Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.
Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.
Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.
Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.
Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur

Arsitektur Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.
Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.
Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.
Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.

Selanjutnya ini adalah foto foto saya ketika study tour bersama rombongan SMPN 2 JATIREJO bersama kawan kawan.










 
Nah itulah moment moment ketika saya ada di jogja. Benar benar menyenangkan. 😄😄😃

Catatan Hati


Ada sesuatu yang terasa hampa
saat langit langit semakin menua
ada sesuatu yang terasa berbeda
saat hujan hujan tertahan diantara mega
Sendiri dan sepi, aku ingin berlari
menelusuri mimpi yang tak kunjung menepi
atau haruskah aku hanya berdiri disini
mengeja bait pelangi yang hampir mati
Di penghujung hari...
Ketika senja berlalu dan pergi
Ketika hati ini terhenti bernyanyi
aku ingin kau kembali
disini, sekali lagi...!!!!

Puisi (Rasa yang tak pernah ku alami)

RASA YANG TAK PERNAH AKU ALAMI
Oleh Niken Khalida Puteri
Tak apa jika senja berganti malam
Tak lama setelah itu
Sinar rembulan pun datang menghampiri
Namun sang bintang enggan menemani
Aku baik-baik saja
Ku hanya ingin sendiri
Hanya ingin habiskan rasa ini
Hanya ingin lukiskan senyummu dalam sepi
Tak apa jika ku menangis saat ini
Jika rinduku amat dalam dan perih
Ku ingin kau disini tepiskan sepiku
Ku hanya ingin kau mengerti
Ini yang ku rasa dan takkan ku ingkari
Ku hanya ingin sendiri
Diam,mengunci bibirku dan sendiri
Tak apa jika ku menangis saat ini
Untukmu yang kusayangi
Untuk kita,kau,aku dan kini
Untuk sebuah alasan yang tak pernah ku pahami
Jadi biarkan ku sendiri malam ini
Tak apa jika ku menangis karena ku masih punya hati
Tuk merasa,tuk meminta,tuk memberi
Tuk berharap dan untuk mencintai dirimu

Syair (mencintaimu)

Syair (mencintaimu)


MENCINTAIMU 
Mungkin aku bukanlah cinta yang paling sempurna
hanya sebatas hati yang ingin mencurah rasa padamu
karena mencintaimu adalah keindahan dilangit hatimu
dan dicintaimu adalah kesempurnaan kebahagiaan hatiku

Aku mencintaimu 
seperti bunga mencintai keharumannya
seperti hujan mencintai tetasan airnya
seperti bulan mencintai langit malamnya
seperti matahari yang mencintai cahayanya

jantung ini takan pernah berdetak selamanya

Cerpen baru: kakak yang emosianemosian


KAKAK YANG EMOSIAN


Hani, Lina, tolong belikan Ibu buah apel, pir, anggur, jeruk, stroberi di parsel 2 paket, coklat 2 toples dan sirup mangga 1 botol. Ini uangnya. Nanti yang bisa sampai paling cepat akan Ibu beri se-su-a-tu..” Ibu memberi beberapa lembar uang dan seamplop uang kepada Hani dan Lina.“Untuk apa, Bu?” Tanya Lina, yang 3 tahun lebih muda dari pada Hani. Ia masih berumur 7 tahun, tapi sudah rajin membantu orangtua.“Nanti pakde dan bude dari Surabaya akan datang ke mari. Kira-kira 2 jam lagi..” kata Ibu.“Oh..”Hani dan Lina kemudian berjalan menyusuri gang-gang con-block kotak-kotak yang di kanan-kirinya rumah-rumah tetangga. Di tepi gang con-block kotak-kotak itu juga dipenuhi semak dan rerumputan berbunga indah. Mereka berjalan terus. Sesampai di pertigaan jalan kecil namun lebih besar dari gang tadi, mereka berbelok ke kanan. Pertama-tama mereka akan menuju warung buah-buahan Mbak Rinta. Warung itu sangat sederhana.Mereka lalu sampai di depan warung buah Mbak Rinta. Di depan warung kecil itu, terpasang papan kayu kecil bertuliskan, “Warung Buah Mbak Rinta. Jual Buah-Buahan dan Jasa Parsel Buah,”. Warung itu tak lebih dari warung dari kayu biasa. Ukurannya sekitar 3×3 meter dengan papan kayu yang dipasang di depan untuk menaruh buah-buahan segar di dalam keranjang-keranjang. Lantainya cor-block.Di dalam warung bukaan itu ada 2 meja. Meja yang pertama untuk menaruh buah-buahan lain. Meja kedua ada koran, segelas teh yang tinggal separuh dan snack roti-roti keras. Mbak Rinta sedang duduk di kursi sebelah meja kedua sambil membaca koran harian.Mereka berdua lalu membeli buah-buahan dengan jumlah yang ditentukan Ibu. Kemudian mereka ingin Mbak Rinta memparselnya seindah mungkin dengan pita-pita dan bunga. Lalu mereka membayar dan pergi. Hani dan Lina masing-masing membawa satu parsel buah.Lalu mereka berjalan ke arah berlawanan dari sebelumnya. Lurus terus sampai melewati gang rumahnya tetap lurus. Kira-kira 100 meter kemudian mereka sampai di Toko Serba Ada. Di toko biasa itu, mereka lalu membeli coklat dan sirup mangga. Hani sangat ribet dalam memilih merk coklat. Ia bahkan membeli makanan yang tidak diperlukan untuknya sendiri menggunakan uang amplop titipan ibunya. Korupsi. Tapi tentunya Hani tidak akan merasa bersalah ataupun berdosa, karena ia tak tahu.Hani menyuruh Lina membawa parsel buah terberat, kedua toples coklat dan botol berisi sirup mangganya. Sedangkan Hani hanya membawa parsel kecil buah-buahan dan coklat jajanannya yang tidak diperlukan. Lalu Hani memaksa Lina menemani ke toko mainan anak-anak yang agak jauh, walaupun tidak terlalu jauh. Hani akan menggunakan uang sisa membeli bahan keperluan tadi. Padahal Ibu tidak memberi izin apapun untuk jajan.Uang sisa Rp 30.000 habis tak bersisa untuk membeli sepaket boneka Barbie. Isi paket kecil itu adalah boneka Barbie remaja berrambut pirang panjang, berkulit putih, menggunakan dress cantik berkelap-kelip berwarna biru. Siapapun mata anak-anak perempuan yang memandang akan langsung menatap boneka ini tanpa berkedip. Ditambah beberapa aksesori kecil sebesar kuku jari. Seperti mahkota kecil berwarna perak, sepatu hak tinggi, sisir kecil, anjing pudel kecil dan juga mahkota kecil untuk si anjing.Sewaktu di toko mainan, Lina yang melihat kakaknya sudah membayar ke kasir berkata.“Kak, Lina juga mau dong.. Belikan satu aja..” kata Lina memelas dengan kening berkeringat.“Pakai uang kamu sendiri, dong. Makanya, kayak Kakak ini, kerja keras. Jadi bisa dapat uang banyak!” kata Hani dengan nada menyebalkan biasa anak-anak.“Satuuuu.. aja kak..”“Uang kakak udah habis, gara-gara tadi kamu minta dibelikan coklat di toserba!” Padahal, yang dibeli Lina di Toserba adalah sebatang coklat kecil limaratusan.Mintanya sih yang besar dan mahal, tapi Hani melarangnya. Hani bilang, coklat itu cuma boleh dimakan anak 10 tahun ke atas. Kalau di bawah 10 tahun ke atas nanti bisa jadi monyet, siapapun yang memakannya! Sehingga, Hanilah yang membeli banyak coklat mahal itu.Ketika jalan pulang, mereka bisa memotong jalan. Yaitu melewati 2 gang, gang Freesia dan gang Melati. Setiap anak-anak yang berada di kampung ini selalu menganggap angker gang Freesia. Kenapa? Bukan karena hantu! Tapi karena ada Mbah Warto. Setiap anak-anak yang berani mengganggu tidurnya atau mengagetkannya, siap-siap saja, dipukul dengan tongkat, dimarahi ataupun yang paling parah dilaporkan ke pihak kepolisian. Parah.Hani lalu teringat janji Ibu, siapapun yang bisa lebih cepat sampai rumah akan Ibu beri hadiah.“Lin, kita lomba, yuk. Aku lewat gang Melati, kamu gang Freesia!”“Gak mau!”“LINA!”“GAK MAU!!”“Ya udah, kita ping-sut aja.” Kata Hani.“Yang lewat gang Freesia adalah yang ..” Lina dan Hani lalu ping-sut sebelum Hani menyelesaikan kata-katanya. Dan ia menyengajakannya. Lina menang Hani kalah.“yang MENANG!!!”“Yahh…” Lina lalu menyesali kenapa ia harus menunjukkan jari kelingking mungilnya. Padahal, menang ataupun kalah, ia tetaplah harus lewat gang Freesia.“Oke, aku lewat gang Melati, kamu Freesia. Satu, dua, tiga!” Mereka lalu berpisah di dua gang berbeda.Di gang Melati. Hani dengan senang hati berjalan menyusuri rindang dan indahnya gang Melati. Tanpa perlu takut dimarahi Mbah Warto. Yang dipikirkannya sekarang adalah hadiah dari Ibu ia tak perlu lagi khawatir Lina bisa menandingi kecepatannya. Karena Gang Melati jauh lebih pendek daripada gang Freesia.Di gang Freesia. Lina sudah tahu akan siapa itu Mbah Warto. Galak-Pemarah dan yah.. begitulah. Suasananya sunyi senyap. Seakan mencekam. Tak ada teman-teman yang biasanya bermain sambil berteriak riang gembira seperti halnya di gang-gang lain. Sampailah ia di depan rumah Mbah Warto.Mbah Warto sedang mengelap motor tuanya. Lina menunduk melewatinya. Wajah Mbah Warto gelap, menyeramkan, seperti hantu mungkin. Rerumputan di depan rumah mbah Warto sudah layu. Menguning tak lagi segar.“Nduk!!” Panggil Mbah Warto. Lina menengok ke Mbah Warto. Lina dengan takut-takut berjalan ke Mbah Warto.“Nggih, enten menopo, Mbah? (Ya, ada apa, Mbah?)” Tanya Lina dibuat sesopan mungkin.“Arek nyang endi athek gor dewe? (Mau kemana kok cuma sendiri?)”“Ajeng tindak griya (Mau pulang ke rumah),”“Woo, yo ayo tak terke wae. Koe rak sek omahe neng andhinge Lik Santi to? Mumpung aku arep lunga neng omahe lek Santi, koe tak terke sisan. Aku yo pengen umuk motorku neng Lik Santi. (Oh.. ya ayo kuantar saja. Kamu yang rumahnya di samping rumah Lik Santi, kan? Mumpung aku mau ke rumah Lik Santi, kamu kuantar sekalian. Aku juga mau pamer motorku ke Lik Santi)” Beliau lalu tertawa keras sambil menggumamkan kata-kata tak jelas.Yah, begitulah Mbah Warto. Sebetulnya, beliau sangat menyukai dan menyayangi anak-anak. Tapi ia punya penyakit jantung yang parah dan kronis. Jika ia kaget, pertaruhannya adalah nyawanya sendiri.“Nggih. Matur nuwun, Mbah. (Ya, terimakasih mbah..)” kata Lina tetap membungkuk. Mereka langsung melesat ke gang Rosalia, gang rumah Lina dan Hani.Di gang Melati Hani baru sepertiga jalan. “Lina pasti masih jauh di belakangku.” Pikirnya senang penuh kemenangan.3 menit tak ada. Lina sudah sampai di depan rumah. Mbah Warto menuntun motornya beberapa meter menuju rumah Lik Santi.“Matur nuwun sanget, Mbah,” kata Lina lalu masuk rumah.“Assalamualaikum, Bu..”“Sudah pulang, Nduk?”“Iya, diantar sama Mbah Warto,”“Ya, dah bilang terimakasih, belum?”“Sudah,”Lina lalu menyerahkan perbelanjaannya.“Mana Hani, Lin?”“Masih jauh.” Lalu Lina menceritakan secara mendetail sedetil-detilnya cerita dari berangkat sampai pulang. Bahkan ia juga menceritakan semut yang diinjaknya tak sengaja.“Hah Hani beli 4 coklat seharga 20.000 masing-masing?” Ibu berteriak kaget. Lina mengangguk.“Lalu, sisanya?”“Buat beli Barbie keluaran terbaru,” Ibu lalu menjerit.“Ya, Allah..” Ibu mengelus dada menahan sedih. Hani lalu sampai rumah.“Siang, Bu! Mana hadiahnya? Aku sampai lebih awal, kan?” Hani sejenak dengan senang dan santai menatap ibu. Tapi sekejap kemudian kebahagiaannya musnah, melihat Lina sudah terduduk manis di kursi membuka hadiah dari ibu. Isinya setoples permen susu yang amat disukainya.“HANI!” gertak Ibu.“Ap-Apa bu?” Hani langsung takut.“Buat apa saja uang kembalian Ibu? Uang 110.000 itu kan buat Mbak Rinta karena belum lama ada hajatan putranya yang baru saja disunat!.”“Tapi ibu tidak bilang!” sergah Hani keras.“Ibu kan menaruh uang itu di amplop dan sudah Ibu alamati untuk Mbak Rinta!” Ibunya langsung marah. “Hah?” Hani tak percaya.“Kupikir itu bonus buat kami!”“Astaghfirullah..” Ibu langsung terduduk lemas.“Lalu kenapa kau pakai jajan uang di amplop itu?” Ibunya langsung bertanya tajam.“Sudah kubilang, kukira itu bonus,”“Kalau kau kira itu bonus, kenapa kau tak membagikannya ke Lina juga?!”“Aku membelikan Lina!” sanggah Hani keras.“Coklat ini!” Lina juga ikut terlibat. “Jika dibandingkan dengan boneka dan coklat-coklat kakak seperti monster banding semut!”Hani tak bisa menahan emosinya. Ia membanting toples coklat dan barbienya. Ia juga melempar coklat-coklat Honey Flush-nya. Ia berlari ke kamar dan membanting pintu. Ibu langsung terduduk kembali. Ia menahan sedih yang kini memenuhi relung hatinya.Ibunya lalu berkata, “tolong bantu, ya nduk,” katanya pada Lina.“Tatakan coklat-coklat Honey Flush itu. Bungkus menjadi satu paket untuk kita berikan ke tamu-tamu. Dan taruh sirup dan buahnya ke kulkas. Ibu akan menata ruang tamu.”“Ya, bu..” Lina lalu memungut coklat Honey Flush yang mahal itu. Padahal kemasannya juga nggak besar-besar amat.Setelah itu, ia menatanya dan membungkusnya dengan plastik kado bermotif hati yang cantik. Ia juga memasangkan pita kecil berwarna merah jambu terang. Kemudian ia menaruhnya di kulkas.Lina menatap boneka Barbie keluaran terbaru yang dibeli kakaknya tadi. Sangat indah terbungkus box bening yang manis.Sebuah boneka cantik dengan mata mengerling indah berada di dalamnya. Menggunakan aksesoris khas putri-putri kerajaan. Lina sangat menginginkannya. Ia sangat mendambakan boneka cantik itu. Boneka impiannya. Lalu ia mendengar Hani menangis tersedu-sedu di kamarnya. Lina berjalan pelan ke pintu kamar Hani dan mengetuknya.“Kak Hani. Maafin Lina, ya, Kak” kata Lina pelan, namun jelas.“JANGAN BERISIK! PERGI SANA!” gertak Hani sadis.Hati Lina mencelos dalam. Ia memang sudah berulang kali dimarahi kakaknya. Tapi baru kali ini yang paling keras dengan suara terkejam yang pernah didengarnya. Lina ingin menangis. Ia ingin menangis. Emosi kakaknya tersalurkan ke diri Lina dalam bentuk kesedihan mendalam. Hingga akhirnya kesedihan itu tak lagi dapat tertampung dalam hatinya dan keluar sebagai tetesan air mata. Lina berlari ke Ibu yang tengah menata vas-vas bunga terindah yang pernah dilihatnya. Lina merangkul sang Bunda. Ia mendekapnya kencang.“Kenapa, Sayang?”“Kak Hani jahat, Bu” Mata Ibu mengerling kepada Lina. Dilihatnya putri bungsunya itu dengan penuh kasih.“Gak papa, sayang. Hani cuma baru emosi,” Lina mengangguk walaupun ia tak mengerti apa makna kata emosi.Lina lalu melepas dekapannya dan terduduk di sofa. Setengah jam lagi, para tamu akan datang. Tiba-tiba Bapak mengetuk pintu.“Assalamualaikum,” kata Bapak agak keras. Tak menutupi bahwa Hani bisa saja mendengarnya dari kamar. “Waalaikumsalam..” Ibu menjawab. Lina menjawab dengan nada sesenggukan.“Maaf, bu, pulangnya agak telat. Tadi ada pencegatan cek SIM dan BPKB. Ini bapak juga beli biskuit-biskuit” kata Bapak menyerahkan seplastik besar berisi biskuit kaleng, toples, dan plastic aneka bentuk dan rasa.Selain itu ada juga selai, kue-kue, permen, cokelat, susu, yogurt, mayonnaise dan banyak lagi makanan dan minuman berlemak. Tak salah jika Hani bisa segemuk itu.“Loh? Kamu kenapa, nduk?” kata Bapak mengelus kepala Lina.“Kak Hani jahat, Pak..”“Jahat kenapa?” kening Ayah mengerut.Lina yakin Hani akan mendengar percakapannya dengan bapak. Karena kamar Hani bersebelahan dengan ruang tamu. Lina lalu menceritakan secara mendetail seperti ketika ia menceritakannya kepada Ibu tadi. Dilengkapi dengan nada memelas dan cocok untuk mengambil hati orang.“Ya, sudah. Itu sudah terlanjur. Ini, kasih mbak Hani permen,” Bapak menepuk pundak Lina penuh sayang. Lina menerimanya dan berdiri hendak ke kamar Hani.Tapi baru berdiri saja, Hani sudah datang ke mereka dengan wajah gelap dan suram muram. Mata sembab. Hani ikut duduk namun di sofa berbeda.“Beli apa pak? Bawa permen merk Dish Delight nggak?” Tanya Hani muram namun penuh harap dengan nada tak jelas. Bapak lalu mendekati Hani dan mengelus kepala Hani.“Hani, kamu nggak boleh begitu sama adikmu..” Hani tak pernah berani membantah apapun kata-kata Bapak.“Ayo minta maaf,” Hani menurut.Namun dengan ketus dan cuek tanpa menengok ia menjulurkan tangannya ke Lina tanpa minat sedikit pun. Lina menyambutnya dengan genggaman tangan hangat. Namun serta merta Hani langsung menarik tangannya kasar.Bapak lalu menjelaskan ke Hani segala ceramah tentang dosa dari kesalahan Hani. Hani lalu tersadar. Dengan kepala tertunduk. Hani memahami kesalahannya dan meminta maaf pada Lina. Mereka lalu kembali berdamai.Cerpen Karangan: Avis Putri

Jumat, 14 Agustus 2015

Bilangan berpangkat

Untuk menentukan bilangan berpangkat pecahan, Anda harus paham dengan konsep bilangan berpangkat bulat positif, bahwa bilangan berpangkat andidefinisikan sebagai perkalian berulanga sebanyak n faktor. Misalnya 42 = 4 × 4. Bagaimana kalau 41/2? Untuk memahami bilangan berpangkat pecahan, silahkan simak uraian berikut ini.

Misalkan kita ambil contoh 4a = 2. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa 4 dipangkatkan a hasilnya sama dengan 2. Berapakah nilai a?
=> 4a = 2
=> (22)a = 21
=> 22a = 21
Ini berati 2a = 1 maka a = ½, sehingga 41/2= 2. Oleh karena √4 = 2, maka √4 = 41/2 = 2. Bagaimana dengan 125x = 5, berapakah nilai x?
Ini berati 3x = 1 maka x = 1/3, sehingga (125)1/3 = 5. Oleh karena:
Berdasarkan uraian di atas maka definisi bilangan berpangkat pecahan, yaitu sebagai berikut.
dengan a ≥ 0 dan m, n bilangan bulat positif.

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang konsep bilangan berpangkat pecahan, silahkan simak contoh soal di bawah ini.

Contoh Soal 1
Ubahlah bentuk pangkat pecahan berikut ke bentuk akar.
a. 61/2
b. 53/2
c. 117/2

Penyelesaian:
a. 61/2 = √6
b. 53/2 = √53
c. 117/2 = √117

Contoh Soal 2
Ubahkan bentuk akar berikut ke bentuk pangkat pecahan.
a. √6
b. √(25)4
c. √(27)3

Penyelesaian:
a. √6 = 61/2
b. √(25)4 = (254)1/2 = 252 = (52)2 = 54
c. √(27)3 = (273)1/2 = 273/2 = (33)3/2 = 39/2

Contoh Soal 3
Sederhanakan bentuk-bentuk pecahan berikut.
a. 61/2 × 61/2
b. 54 × 53/2
c. (81/2)3/4
d. 65/2/63/2
e. (7-5/2 × 7-1/2)/7-3

Penyelesaian:
a. 61/2 × 61/2 = 6(1/2)+(1/2) = 61 = 6
b. 55/2 × 53/2 = 5(5/2)+(3/2) = 58/2 = 54
c. (85/2)3/5 = 8(5/2 × 3/5) = 815/10 = 83/2
d. 65/2/63/2 = 6(5/2 - 3/2) = 61 = 6
e. (7-5/2 × 7-1/2)/7-4 = 7-5/2 -1/2-(-4) = 7-6/2 + 4= 7

Kamis, 13 Agustus 2015

What is magic??

pengertian magic

magic artinya sulap, Sulap merupakan suatu seni pertunjukkan yang diminati
sebagian besar masyarakat di
dunia, karena pada penyajiannya
sulap dapat membuat heran
penontonnya akan rahasia dibalik
penyajiannya. Sulap merupakan suatu gabungan dari berbagai
seni yang ada, misalnya seni tari, seni musik, seni rupa, dll dan merupakan penerapan dari
gabungan berbagai disiplin ilmu
yang ada. Misalnya ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu kimia, ilmu psikologi, dan lain-lain. Seni Sulap bukanlah suatu keterampilan yang berbau
klenik atau supranatural, karena
setiap trik sulap dapat dijelaskan.
Sulap semata-mata hanyalah
permainan "kelihaian" tangan,
manipulasi, hasil kerja dari suatu perlengkapan/ peralatan ataupun
efek yang timbul dari suatu
reaksi kimia dan yang telah dilatih
sebaik mungkin oleh seorang
pesulap sebelum dipertunjukkan
kepada orang lain. Oleh sebab itu sulap dapat dipelajari oleh semua
orang, asalkan orang tersebut
mau berlatih pula dengan baik. Sayang sekali sampai sekarang
masih saja ada orang yang
menyamakan sulap dengan sihir/ mistik. Sulap dianggap sebagai satu kekuatan supranatural karena disesatkan oleh beberapa Pesulap yang hanya memikirkan popularitas dan uang saja.
Pesulap yang sejati tidak akan
membiarkan orang lain berpikir
terlalu jauh bahwa pesulap mempunyai kekuatan sihir.

Puisi: do'a untuk ibu

DOA UNTUK IBU

Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani

DiaLah Ibu
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa

Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun

Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku

Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada

Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku
Aku akan seLaLu menyanyangimu